Tanda Produksi ASI Tidak Mencukupi Kebutuhan Bayi

5 Tanda Produksi ASI Tidak Mencukupi Kebutuhan Bayi

ASI menjadi sumber nutrisi yang paling lengkap bagi bayi. Sayangnya, tidak semua ibu bisa lancar memberi ASI hingga anak berusia 2 tahun. Biasanya hal ini disebabkan oleh produksi ASI yang tidak lancar. Jika kondisi ini terjadi maka disarankan untuk menggunakan susu formula. Diskon Vidoran yang ada di marketplace bisa dimanfaatkan supaya pembelian susu formula terasa lebih ringan.

Tanda Kurang ASI

ASI yang diproduksi oleh tubuh ibu bisa saja tidak cukup banyak bagi bayi. Akibatnya kebutuhan cairan bayi tidak bisa terpenuhi dengan baik. Berikut adalah 5 tanda produksi ASI kurang dan tidak bisa mencukupi kebutuhan si kecil.

1.    Berat Badan Sulit Bertambah

Produksi ASI bisa saja kurang apabila berat badan bayi sulit untuk bertambah. Pastikan untuk rutin menimbang badan si kecil secara rutin paling tidak sebulan sekali. Pastikan bahwa grafik pertumbuhan si kecil selalu bergerak naik. Jika grafiknya terus stabil atau bahkan bergerak turun maka bisa dicurigai bahwa ASI yang diproduksi tubuh ibu tidak cukup banyak.

2.     Feses Bayi Berwarna Hitam

Jika produksi ASI tidak terlalu deras, maka tubuh bayi akan kesulitan menerima cairan. Kondisi ini bisa menyebabkan si kecil kesulitan untuk buang air besar. Selain itu biasanya didapati warna hitam pada feses. Warna pekat ini disebabkan oleh kondisi tubuh yang kekurangan cairan.

3.     Muncul Tanda Dehidrasi

Saat sang ibu tidak bisa memberikan ASI dalam jumlah yang cukup, maka tubuh bayi akan kekurangan cairan dan jadi dehidrasi. Biasanya kondisi ini ditandai kulit dan bibir kering, tubuh lemas, intensitas BAK berkurang, dan lain sebagainya.

Jika hal ini terjadi maka orang tua bisa segera memberikan susu formula sebagai penolong. Agar lebih hemat, jangan lupa belanja lewat program diskon Vidoran di marketplace.

4.     Bayi Merasa Lemas

Kekurangan ASI juga bisa menyebabkan tubuh bayi menjadi lemas. Kondisi ini sudah bisa diprediksi karena si kecil tidak mendapatkan sumber energi yang cukup. Tubuhnya tak punya cukup energi untuk beraktivitas dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Biasanya bayi hanya ingin tidur terus karena memang merasa lemas dan mengantuk.

5.     Sesi Menyusu Terlalu Singkat

Kurangnya produksi ASI juga bisa dikenali lewat durasi menyusui si kecil. Jika produksi ASI terlalu sedikit maka bayi juga cenderung punya waktu singkat untuk menyusui. Namun, pada beberapa kondisi bisa juga bayi malah menyusu terlalu lama. Hal ini disebabkan oleh bayi merasa belum puas minum susu karena produksi ASI terlalu sedikit.

Itulah beberapa tanda produksi ASI oleh tubuh ibu terlalu sedikit. Jika hal ini terjadi, maka konsultasikan pada dokter untuk mendapat solusi terbaik. Baca juga beberapa artikel parenting yang membahas masalah ini agar bisa mendapat sedikit pencerahan. Usahakan yang terbaik bagi si kecil agar ia tetap mendapat nutrisi lengkap demi pertumbuhannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *