3 Efek Buruk Tidak Melakukan Pemanasan Jelang Olahraga

3 Efek Buruk Tidak Melakukan Pemanasan Jelang Olahraga

Mengajarkan anak-anak olahraga sejak dini bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan fisik dan psikis mereka. Orangtua bisa menjadwalkan agenda olahraga secara rutin setidaknya 2-3 kali seminggu. Toh, Anda bisa memilih jenis olahraga yang disukai anak-anak seperti bersepeda, lari pagi, lompat tali, bermain sepak bola, dan lain-lain. Demi menjaga kesehatan si kecil, pastikan Anda mengajarkan pemanasan sebelum olahraga, ya!

Apabila tidak melakukan pemanasan sebelum olahraga

Pemanasan bisa melepas stress, mengurangi risiko cedera, memperbaiki postur tubuh, dan masih banyak manfaat lain. Lalu, bagaimana jika Anda dan si kecil tidak melakukan pemanasan sebelum olahraga? Berikut 3 efek buruk bila Anda dan si kecil tidak melakukan pemanasan jelang aktivitas fisik berat yaitu :

 1.   Otot tubuh menjadi lebih kaku

Coba bayangkan Anda enggan melakukan pemanasan lebih dulu, maka otot tubuh menjadi kaku dan risiko cedera lebih tinggi. Otot tubuh si kecil yang masih berada dalam kondisi istirahat dipaksa untuk melakukan aktivitas fisik atau inti olahraga, maka risiko cedera sangat rentan terjadi. Otot tubuh tidak lentur untuk melakukan kegiatan fisik yang membutuhkan tenaga, lho!

2.   Bisa membuat tubuh mudah lelah dan terasa nyeri

Dampak buruk seseorang tidak melakukan pemanasan lebih dulu berlaku pada orang dewasa dan anak-anak pun. Otot tubuh menjadi lebih mudah lelah dan mengalami nyeri yang tidak nyaman. Jangan heran kalau performa seseorang yang melakukan pemanasan lebih bagus dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan pemanasan lebih dulu.

Peregangan memiliki fungsi untuk meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh lebih optimal. Dalam hal ini, pemanasan memiliki efek penting sama seperti pendinginan. Peregangan otot setelah melakukan aktivitas yang berat bisa meminimalisir risiko cedera. Dalam olahraga apa saja, seseorang wajib melakukan pemanasan dan pendinginan agar tubuh bisa bekerja dengan baik.

3.  Tidak bisa membuat tubuh rileks

Pemanasan merupakan upaya untuk mempersiapkan tubuh dalam melakukan aktivitas fisik yang lebih berat seperti olahraga. Jika anak-anak tidak melakukan pemanasan lebih dulu, maka pikiran tidak bisa rileks. Anak juga memiliki risiko stress sama seperti orang dewasa, kok.

Anda mengedepankan pemanasan jelang olahraga merupakan metode paling ampuh membuat tubuh bebas dari stress. Setidaknya tubuh bisa bersiap melakukan aktivitas menantang dalam olahraga nantinya. Tak hanya sekadar mengeluarkan keringat yang sehat, pemanasan akan membuat tubuh dan pikiran anak bebas risiko stress.

Waktu ideal untuk melakukan pemanasan jelang olahraga sekitar 10 menit atau maksimal 15 menit saja. Luangkan waktu Anda untuk melakukan pemanasan bersama si kecil, termasuk pendinginan setelah olahraga. Penuhi energi tubuh secara optimal agar olahraga yang Anda lakukan bersama anak bisa memberikan manfaat kesehatan tubuh yang prima. Yuk, lakukan pemanasan sebelum olahraga bersama si kecil di rumah atau tempat olahraga lain!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *